SMS Gratis Sepuasnya

Posted in Uncategorized on September 6, 2009 by pincukan

Temen-temen yang lagi gak punya pulsa dan ingin sms pacar ato temen secara gratisan ini saya tunjukan linknya
smsnya gratis kesmua operator silakan dicoba….
ini linknya…
klik di sini

http://i31.tinypic.com/20q19g6.jpg
ini langka-langkahnya :
1. klik close ads
2. masukan no tujuan dengan meng-klik nomer – nomer yang ada pada hape.
3. tulis pesan sebanyak 135 karakter.
4. masukan 6 digit kode capca.
5. kemudian tekan tombol yg berwarna hijau [OK], sama seperti saat kita mengirim sms..
6. klik tombol konfirmasi utk mengecek status report sms anda..

Trik Menyisipkan No Hp Cdma Ke Dalam Hp Gsm

Posted in Uncategorized on Agustus 12, 2009 by pincukan

Teknologi HandPhone CDMA dan GSM terkadang membuat orang bingung harus memilih yang mana, di satu sisi, CDMA dikenal karena biaya operasional (bacaulsa) yang lebih murah, namun disisi lain GSM punya keunggulan jangkauan yang lebih luas.

Trik ini sebenarnya sudah lama, tapi mungkin hanya sedikit yang tahu dan biasanya paling cuma orang-orang counter HP saja. Tapi karena trik ini sebenarnya bukanlah suatu rahasia besar (TOP SECRET) yang hanya orang tertentu saja yang boleh tahu, maka aq akan mengungkapkannya disini.

Manfaat yang bisa didapatkan dengan menyisipkan nomor CDMA ke nomor GSM antara lain:
HP GSM akan memiliki 2 nomor sekaligus dalam satu Handphone.
HP anda akan dapat dihubungi secara lokal bahkan lewat telepon koin pun bisa.
Nomor CDMA lokal anda masih dapat dihubungi sekalipun berada diluar daerah.
Nggak perlu beli HP CDMA untuk menggunakan nomor CDMA.
Tapi ini bukannya tanpa kelemahan maupun keterbatasan :
Nomor CDMA lokal anda hanya dapat digunakan untuk menerima telepon saja, sedangkan fungsi untuk menelpon, mengirim dan menerima SMS tetap ditangani oleh nomor GSM.
Bagaimanapun juga pulsa nomor CDMA tetap harus diisi sekalipun tidak digunakan, karena nomor CDMA bisa tidak berfungsi kalau pulsa hangus atau kosong.
Dikenakan biaya airtime yang dipotong langsung dari pulsa CDMAnya walaupun cuma terima telepon saja.
Tapi paling nggak Trik ini bisa dimanfaatin bagi anda yang sibuk dan harus mobile ke luar daerah, ataupun untuk tetap keep in touch pada saat pulang kampung ataupun liburan.

Yang harus disiapkan yaitu:
HP GSM dan nomor GSM tentunya untuk ditambahkan nomor CDMA.
HP CDMA sebaiknya dengan Fasilitas Ruim Dual Band yang menggunakan kartu dan bukan yang di injek) seperti : Nokia 2115, 6015, 6016, 6585, dll. Dan nggak perlu beli, karena cuma dipakai sebentar aja, bisa pinjem sama saudara, temen, tetangga ataupun tempat dimana beli nomor CDMA nya.
Kartu Perdana CDMA, pilih yang sesuai untuk di sisipkan ke nomor GSM anda.
Star One untuk : Mentari, IM3, dan Matrix
Flexy untuk : Simpati, Kartu AS, Kartu Hallo
Esia untuk : Simpati, Kartu AS, Kartu Hallo dan XL
Pemilihan kartu harus benar-benar sesuai, jika tidak maka trik ini nggak akan berhasil.

Cara Menyisipkannya:
Masukkan kartu perdana CDMA yang telah dibeli kedalam HP CDMA .
Lakukan Pengaktifan
1. Untuk Star One :
Tekan *92 + Nomor HP anda (No. HP GSM yang ingin disisipi) misalnya: *92081512345678
Tekan OK/Yes.. lalu dengarkan
Setelah selesai tutup HP CDMA nya
Di test dengan menelpon ke No. CDMA, jika yang berdering adalah HP GSM berarti anda telah berhasil !!
2. Untuk Flexy :
Tekan *71 + Nomor HP anda (No. HP GSM yang ingin disisipi) misalnya: *7108125712345
Tekan OK/Yes dan dengarkan…
Setelah selesai tutup HP CDMA nya
Di test dengan menelpon ke No.CDMA, jika HP GSM anda berdering, maka anda telah berhasil !!
3. Untuk Esia :
Tekan *12 + Nomor HP anda (No. HP GSM yang ingin disisipi) misalnya: *12081612345678
Tekan OK/Yes dan dengarkan…
Setelah selesai tutuh HP CDMA nya
Di test kembali dengan menelpon ke No.CDMA, jika HP GSM anda yang berdering, maka anda telah berhasil !!
Nggak sulit kan, kurang lebih seperti mengisikan pulsa dari voucher yang kita beli saja.

Suatu saat mungkin kita ingin mengembalikan nomor CDMA kedalam kartu asalnya agar bisa digunakan di HP CDMA, berikut cara-cara untuk mengembalikannya.
1. Untuk Star One
Tekan *920
Tekan OK/Yes dan dengarkan…
Setelah selesai tutup
Di test dengan menelpon ke nomor CDMA, jika HP CDMA berdering, maka nomor telah kembali ke kartu asalnya.
2. Untuk Flexy
Tekan *710
Tekan OK/Yes dan dengarkan…
Setelah selesai tutup
Di test dengan menelpon ke nomor CDMA, jika HP CDMA berdering, maka nomor telah kembali ke kartu asalnya.
3. Untuk Esia
Tekan *120
Tekan OK/Yes dan dengarkan…
Setelah selesai tutup
Di test dengan menelpon ke nomor CDMA, jika HP CDMA berdering, maka nomor telah kembali ke kartu asalnya.
Disclaimer : Sekedar iseng, langsung aja dicoba, kalau nggak bisa jangan salahin gw ya.. hehehe:d:d:d

Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Internet Gratis Pake Indosat

Posted in Uncategorized on Juli 16, 2009 by pincukan

langsung aja saya jelaskan tanpa basa-basi lagi…..
download your-freedom di :

http://your-freedom.net

trus create acount ning website’e your-freedom tadi

download proxomitron di :

http://proxomitron.info/files

kalo user, dial pake
username : indosat
password : indosat
APN : indosatgprs

kalo gak bisa cara dianya silakan dilihat disini
Thumbnail
ini yang penting, kalo tidak dilaksanakan pulsa kita bisa bablas
kalo gambarnya kurang jelas klik disini

trus setting your-freedom(YF)
1. jalankan YF
2. klik configure
3. YF server address : ems21.your-freedom.de
4. connection mode pilih : https (port : 443)
5. trus di bagian proxy setting, isi proxy address : 127.0.0.1 port 8080
6. di bagian account information, isi akon yang register di websitenya YF tadi
7. kalo user, klik save and exit
8. di bagian ports, web proxy di isi 3128 , trus di centang

kalo sudah jalankan proxomitron

1. centang bagian outgoing header filters, incoming header filter, freeze gif animation, use proxy
2. klik headers trus pilih new
Code:
http header isi : “host: indosat” tanpa tanda petik
URL match : dikosongi baen(sing usah di isi)
Header Valie match : *
replacement text : http://indosat.itfinity.net/igo/dnld/igo.jsp

3. klik OK, trus centang bagian out dan in (host : indosat) yang lainya di uncheck(sing usah di centang)
4. klik OK trus klik proxy. isi dengan proxy indosat : 10.19.19.19:8080

kalo sudah selesai, kembali ke YF tadi, klik start connection
setting proxy browser :127.0.0.1 : 3128

semoga sukes dan silakan kita nikmati bersama pasilitasnya……
koneksine yo maknyus (jalur 3G ato HPDPA) kalo jaringan GPRS masih lemot…
trik ini saya dapt dari tmn kul mas andri laras…..

CARA MEMBUKA YAHOO MESANGER LEBIH DARI 1

Posted in Uncategorized on Juni 21, 2009 by pincukan

Pengen gak bisa buka YM 2 sekaligus dalam satu kompi ….???
caranya gampang cuma diutak-atik bentar aja registrinya da langsung bisa kalo mau tau caranya silakan ikuti langkah-langkah di bawah ini…… gampang kok….. cobain dech asiklo bisa buka YM kita bersamaan ……

1. Start menu >> run >> ketik ‘regedit’
2. My Computer >> HKEY_CURRENT_USER >> Software >> Yahoo >> Pager >> Test
3. Setelah masuk folder registry ‘Test’ >> klik kanan ‘NEW dWORD value’ >> lalu rename dengan Plural
4. Plural td klik kanan >> modify >> isi valuedata dengan angka selain 0, misal 1( angka Binary, 0 dan 1).
5. view >> refresh
6. lalu jalankan YM anda!! beres dech….^_^

Kemudian buka aja berapapun YM yg anda inginkan, yg penting RAM anda memadai.

konsep dasar radio

Posted in Uncategorized on Maret 30, 2009 by pincukan

Konsep Dasar Radio
Frekuensi
Frekuensi adalah jumlah siklus per detik dari sebuah arus bulak balik. Unit yang digunakan untuk frekuensi adalah Hertz, di singkat Hz. Satu (1) Hz adalah frekuensi dimana sebuah arus bulak balik menyelesaikan satu siklus dalam satu detik.

Kita mengenal beberapa besaran lain dari frekuensi, yaitu:
Kilohertz (kHz) ribu siklus
Megahertz (MHz) juta siklus
Gigahertz (GHz) milyard siklus
Terahertz (THz) ribu milyar sikus

Panjang gelombang
Panjang gelombang adalah jarak antar dua titik identik dalam sebuah siklus. Dalam frekuensi radio, panjang gelombang biasanya dalam meter, centimeter atau milimeter.

Panjang gelombang tergantung pada ketinggian frekuensi. Semakin tinggi frekuensi, semakin pendek gelombangnya. Pada frekuensi 2.4GHz atau 2400MHz panjang gelombang sekitar 12.5cm. Panjang gelombang dapat dihitung menggunakan persamaan berikut:
Panjang Gelombang (meter) = 300 / Frekuensi (MHz)

Angka 300 datang dari kecepatan cahaya, karena sinyal radio di udara bergerak pada kecepatan cahaya. Kecepatan gelombang radio akan berbeda sedikit di metal.

Panjang gelombang sangat penting untuk di resapi terutama pada saat kita menginstalasi antenna. Untuk memperoleh radiasi sinyal radio yang optimal, sebaiknya antenna harus di install minimal 10 panjang gelombang jauh-nya dari permukaan yang dapat memantulkan sinyal radio. Untuk frekuensi 2.4GHz, permukaan yang dapat memantulkan harus berada pada jarak lebih jauh dari 1.2 meter.

Daya Pemancar
Semua radio akan mempunyai daya pancar tertentu. Daya pancar ini menentukan energi yang ada sepanjang lebar bandwidth tertentu. Biasanya di ukur dengan salah satu satuan berikut:
dBm – daya relative terhadap satu (1) milliwatt W – daya linier sebagai Watts

Hubungan antara dBm dan Watts dapat dihitung melalui persamaan berikut:
Daya (dBm) = 10 x log[Daya (W) / 0.001W] Daya (W) = 0.001 x 10^[Daya (dBm) / 10 dBm]

Di dunia amatir radio, pemancar sering di sebut sebagai Tx, Daya pemancar sering di sebut sebagai “Tx Power”

Di Indonesia, secara peraturan kita dibatasi untuk menggunakan maksimum TX power 100mW (20 dBm). Jika anda melanggar hal ini, maka anda akan di ancam oleh undang-undang telekomunikasi sebagai merusak system telekomunikasi dengan ancaman denda Rp. 600 juta dan atau penjara 6 tahun.

Sensitivitas Penerima Radio
Rx adalah kependekan dari “Receive” atau penerima. Semua radio mempunyai titik minimal, dimana jika sinyal yang diterima lebih rendah dari titik minimal tersebut maka data yang dikirim tidak dapat di terima. Titik minimal sensitifitas RX didefinisikan dalam dBm atau W.
Bagi sebagian besar radio, sensitifitas RX di definisikan sebagai level dari Bit Error Rate (BER). Biasanya kita mengunakan standard Bit Error Rate (BER) sama dengan 10^-5 (99.999%).
Pada peralatan WiFi, sensitifitas penerima ini biasanya dalam range -79 sampai -80-an dBm. Biasanya sinyal yang di terima lebih tinggi dari sensitifitas penerima dan akan berubah-ubah tergantung pada banyak factor.
Noise / derau harus jauh lebih rendah dari sensitifitas penerima. Para peralatan WiFi, noise / derau biasanya sekitar -90 sampai -96 dBm. Noise di definisikan sebagai sinyal yang tidak kita inginkan yang di terima oleh pesawat penerima kita.

Penguatan Antena
Pada system radio / wireless, kita menggunakan antenna untuk mengkonversikan gelombang listrik menjadi gelombang elektromagnetik yang akan merambat di udara.
Penguatan antenna adalah besarnya penguatan energi yang dapat dilakukan oleh antenna pada saat memancarkan dan menerima sinyal. Penguatan antenna diukur dalam:
dBi: relative terhadap antenna isotropic (antenna titik). dBd: relative terhadap sebuah antenna dipole.
Hubungan antara dBd dan dBi adalah sebagai berikut:
0 dBd = 2.15 dBi
Kita biasanya menggunakan dBi di perhitungan yang dilakukan.

Redaman
Dalam sebuah system komunikasi radio ada banyak hal yang memungkinkan terjadinya redaman pada kekuatan sinyal. Beberapa diantaranya adalah kabel, konektor, anti-petir, udara (free space), maupun berbagai halangan lain seperti pohon. Semua ini akan menyebabkan turunnya kemampuan jika tidak di install dengan baik.
Dalam system komunikasi “low power” seperti WiFi yang rata-rata hanya mempunyai daya pancar 30-100mW saja, maka setiap dB yang dapat kita hemat akan sangat penting artinya. Ingat “3 dB Rule”.
Untuk setiap 3 dB gain/loss kita akan double daya (gain) atau kehilangan setengah daya (loss). Contoh,
-3 dB = 1/2 daya (kehilangan setengah daya) -6 dB = 1/4 daya (kehilangan seperempat daya) +3 dB = 2x daya (double daya) +6 dB = 4x daya (naik daya empat kali)

Radiasi Daya Pancar
Pemerintah maupun consensus komunitas kemungkinan besar akan menentukan batasan-batasan maksimum dari daya yang boleh di pancarkan dari antenna. Daya yang dipancarkan dari antenna dapat di ukur dengan dua (2) cara yaitu:

Effective Isotropic Radiated Power (EIRP) dalam dBm = daya di input antenna [dBm] + penguatan antenna [dBi]

Effective Radiated Power (ERP) dalam dBm = daya di input antenna [dBm] + penguatan antenna [dBd]

Effective Isotropic Radiated Power (EIRP) biasanya kita gunakan. Kita biasanya membatasi EIRP sekitar 36dBm. Di Indonesia, kita mengadopsi batasan EIRP yang berbeda bagi sambungan Point-to-Point (P2P) dan sambungan Point-to-Multi-Point (P2MP), menjadi 36 dBm dan 30 dBm.

Contoh perhitungan daya Effective Isotropic Radiated Power (EIRP) TX Power Power Gain / Loss Power Antenna gain EIRP Legal? (Yes / No) 1 Watt (+30 dBm) -1 dB loss via 1 m coax + 29 dBm +6 dBi +35 dBm Yes 100 mW (+20 dBm) +14 dB Amplifier +34 dBm +8 dBi +42 dBm No 25 mW (+14 dBm) +14 dB Amplifier +28 dBm +8 dBi +36 dBm Yes

Propagasi Di Udara (Free Space)
Pada saat sinyal meninggalkan antenna, sinyal akan berpropagasi atau lepas ke udara. Antenna yang kita gunakan akan menentukan bagaimana propagasi akan terjadi.
Pada frekuensi 2.4 GHz sangat penting sekali untuk menentukan agar jalur antara dua antenna ini tidak ada penghalang. Kita kemungkinan besar akan melihat adanya degradasi dari sinyal yang berpropagasi di udara jika ada hambatan di jalur. Pohonan, bangunan, tiang PLN, tower, gunung semua merupakan contoh dari penghalang.

Tetapi sebagian besar redaman dalam system wireless adalah redaman karena sinyal harus merambat diudara. Persamaan dari redaman Free Space (Free Space Loss / FSL) adalah sebagai berikut:
FSL(dB) = 32.45 + 20Log10F(MHz) + 20Log10D(km)

Free Space Loss pada jarak satu (1) km pada frekuensi 2.4 GHz adalah:
FSL(dB) = 32.45 + 20Log10(2400) + 20Log10(1) = 32.45 + 67.6 + 0 = 100.05 dB

100+ dBm Free Space Loss (FSL) lumayan tinggi. Mengingat Effective Radiated Isotropic Power (EIRP) yang di ijinkan untuk terbang dari Antenna hanya 30-36 dBm. Oleh karenanya kita melihat sekitar –70 sampai –80 dBm daya yang di terima. Cukup sempit margin yang ada mengingat sensitifitas penerima hanya sekitar -85dBm.

Line of Sight (LOS)
Memperoleh Line of Sight (LOS) yang baik antara antenna pengirim dan antenna penerima sangat penting sekali baik untuk instalasi Point to Point dan Point to Multipoint. Ada dua (2) jenis LOS yang biasanya harus di perhatikan dalam instalasi, yaitu:

Optical LOS – berhubungan dengan kemampuan masing-maisng untuk melihat. Radio LOS – berhubungan dengan kemampuan penerima radio untuk “melihat” sinyal dari pemancar radio.

Teori Fresnel Zone digunakan untuk mengkuantifikasi Radio Line of Sight. Bayangkan sebuah Fresnel Zone sebagai lorong berbentuk bola rugby dengan antenna pemancar & penerima di ujung-ujungnya.

Beberapa orang menggunakan consensus bahwa jika 60% dari Fresnel Zone di tambah tiga meter bebas dari halangan maka Radio LOS baik. Sebagian mengapopsi bahwa harus 80% dari Fresnel Zone tida ada yang menghalangi untuk memperoleh Radio LOS yang baik.

Jika ada halangan di wilayah Fresnel Zone maka performance system akan terganggu. Beberapa efek yang akan terjadi adalah:

1.Reflection (Refleksi). Gelombang yang menabrak merambat menjauhi bidang datar & mulus yang di tabrak. Multipath fading akan terjadi jika gelombang yang datang secara langsung menyatu di penerima dengan gelombang pantulan yang juga datang tapi dengan fasa yang berbeda.

2.Refraction (Refraksi). Gelombang yang menabrak merambat melalui bidang yang dapat memudarkan (scattering) pada sudut tertentu. Pada frekuensi di bawah 10GHz kita tidak terlalu banyak terganggu oleh hujan lebat, awan, kabut dsb. Redaman pada 2.4GHz pada hujan 150mm/jam adalah sekitar 0.01dB/km.

3.Diffraction (Difraksi). Gelombang yang menabrak melewati halangan dan masuk ke daerah bayangan.

Sumber : http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Konsep_Dasar_Radio

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.